UTS oh... UTS

on Rabu, 31 Oktober 2012
Ya judul di atas menggambarkan kegiatan yang sedang dilaksanakan di kampusku selama 2 minggu ke depan. betapa nelangsanya kami para mahasiswa baru yang belum ada 5 bulan menghuni suasana baru dan mencoba beradaptasi dengan lingkungan yang baru juga harus sudah dihadapkan dengan Ujian Tengah Semester atau bekennya UTS.

Betapa susah dibayangkan buatku yang masih polos dan lugu akan pelajaran baru seperti di Universitas seperti ilmu politik, ilmu alam dasar dan tentunya pengantar ilmu komunikasi yang notabene adalah jurusan yang aku ambil untuk 4 tahun ke depan nanti harus menghadapi ujian berat layaknya pahlawan di medan perang, namun bedanya mereka bawa senapan sebagai senjata sedangkan aku bawa bolpoin dan sedikit keberanian untuk maju menghadapi lawan-lawan berupa soal-soal tak berperi kemanusiaan.

Ya mau bagaimana lagi, memang itulah kenyataan yang harus kutempuh *lebay*. namun sisi baiknya aku jadi tahu kalau ini masih UTS karena nilai UTS mempengaruhi IP di ujian semester nanti sebesar 35% (katanya). ya sebelum menempuh yang lebih berat kelak, membuat saya jadi serius belajar walau hanya bermodal materi power point dari para dosen semoga itu membantuku dalam meraih sarjana 4 tahun lagi. insyaAlloh.

Ayo mulai belajar untuk masa depan yang lebih baik kawan. UTS bukan lagi Ujian Tanpa Sinau melainkan Ujian, Toga, dan Sukses. Amiiiiiiin

sekian, sampai jumpa di posting selanjutnya.. (kalau saya ingat)

apa yang membuat kita betah di kampus??

on Jumat, 19 Oktober 2012
pertanyaan diatas sebenarnya hanya sedikit kalangan yang menyetujuinya. kenapa?karena sebagian orang khususnya mahasiswa kebanyakan ingin segera menyelesaikan kuliah pada hari itu, selesai lalu pulang dan tidur. tapi bagi sebagian kecil mahasiswa yang tlah selesai jam kuliah pada hari itu lebih memilih nongkrong di lingkungan kampus daripada pulang gak ada kerjaan. nah saya termasuk yang terakhir itu, yaitu nongkrong di kantin kampus lebih tepatnya.

nah saya simpulkan ada beberapa kegiatan mahasiswa setelah berakhirnya jam kuliah menurut pantauan saya, bekicot eh cekidot :

1. Nongkrong di taman/kantin kamus.

nah untuk yang pertama ini kebanyakan mahasiswi lah yang menghabiskan waktu mereka untuk sekedar 'kongkow-kongkow' (bahasa gaulnya) atau kumpul hanya untuk sekedar menanyakan masalah gebetan mereka masing-masing. tapi disini masalahnya, tidak setiap mereka yang nongkrong punya gebetan atau istilahnya (maap) JOMBLO. Mereka yang jomblo ini bisa dipastikan hanya akan menjadi pendengar setia mereka yang bicara masalah gebetan. mereka juga kadang berusaha untuk mengalihkan topik pembicaraan ka hal-hal umum jika mereka ditanya 'bagaimana sekarang, siapa gebetanmu?' mereka pasti mengalihkan obrolan dengan 'eh di kantin sana soto nya enak lho, cobain yuk gue traktir deh loe' atau 'gila tadi dosen A ngajar nerocos mulu gak ada titik komanya kayak angkot ngejar setoran'.

2. Nongkrong sambil cuci mata.

nah yang ini kebanyakan para kaum adam yang jones-jones alias jomblo ngenes yang banyak melakukan modus nongkrong sekalian cuci mata. tapi ternyata mereka yang udah punya gebetan pun berhak untuk cuci mata gara-gara tiap hari yang cuma di omelin pacar cuma masalah telat bales SMS.
banyak cara bagi mereka yang ingin cuci mata sukur-sukur dapet doorprize bisa dapet kenalan, trus temenan, habis itu pacaran dan ngenesnya, putus lagi. ada yang pura-pura nanya 'eh sekarang jam berapa?' tapi setelah itu 'ngomong-ngomong kita belum kenalan, nama kamu siapa, dan bla..bla..bla'.

3. Hotspotan di kampus.

yang terakhir adalah hotspotan di area kampus. ini terjadi hampir semua mahasiswa atau mahasiswi di semua perguruan tinggi. kita bisa temukan mereka di setiap tempat dari mulai perpustakaan kampus sampai masjid kampus cuma buat nyari sinyal hotspot yang paling lancar jaya. kegiatan ini memang murah meriah bisa internetan free hanya bermodalkan gadget yang sudah support wi-fi mereka bisa facebookan, twitteran, download ini itu berjam-jam tanpa dipungut biaya se peser pun. bagi mereka yang gak punya atau gak bawa gadget ber wi-fi, biasanya kampus telah menyediakan banyak PC untuk kita surfing tanpa batas, biasanya ada di perpustakaan. tapi tidak setiap perguruan tinggi menyediakan layanan PC kampus. ah kapan lagi bisa internetan tanpa batas gratis lagi.

itulah 3 dari banyak kegiatan mahasiwa atau mahasiswi setelah mereka menyelesaikan makul pada hari itu. sebenarnya masih banyak lagi. mungkin bisa di sambung lain waktu.. HIDUP MAHASISWA!!!!!!!!

Girlband dan IDOL GROUP

on Selasa, 16 Oktober 2012
Semenjak wacana JKT48 merebak di Indonesia, banyak masyarakat yang lebih terkena dampak ‘Hallyu Wave‘ bertanya-tanya apa itu group idol? dan apa bedanya dengan girlband?
Saia ingin menjelaskan sedikit dari pandangan seorang yang awam mengenai perbedaan ini, semoga bisa membantu siapa saja yang masih belum bisa membedakan Group Idol dengan Girlband.
Penjelasan pertama adalah mengenai Girlband. Girlband itu sendiri merupakan kumpulan (biasanya lebih dari 3 org) org yang bernyanyi dan menari, mereka menelurkan lagu yang akhirnya dinikmati oleh para fansnya. Titik.
Sementara Group Idol adalah wadah bagi para gadis yang ingin menjadi idola, kemampuan mereka (dlm hal ini menyanyi, menari, akting, bertingkah-laku, dll) dilatih, diasah serta dikembangkan sedemikian rupa agar mereka bisa lebih percaya diri dlm dunia hiburan. Tentunya mereka juga nantinya akan tampil menyanyi dan menari serta mengeluarkan lagu2, tapi tidak hanya itu mereka juga akan dipromosikan oleh pihak manajemen agar kelak mereka bisa berdiri sendiri (solo karir, dsb). Bagi mereka yang dianggap sudah mampu mereka akan lulus (graduate) dari group tsb dan akan digantikan dengan generasi berikutnya (mirip2 akademi deh). Namun Graduate tidak selalu krn mereka sukses, tp bisa karena beberapa hal, pertama krn umur mereka yang sudah mencapai batas maksimum sbg idol, lalu krn kasus & skandal, atau mereka lebih memilih meninggalkan group & fokus pada pendidikan, dan bos besar sendiri (Akimoto) yang memutuskan mereka utk lulus.
jkt48 Perbedaan Group Idol dan Girlband [Spesial for JKT48]
Secara garis besar, Girlband sebelum terjun ke bisnis ini mereka sudah dibentuk dengan sempurna (mulai dari vokal, dance, dll) yang akhirnya di perkenalkan ke umum dlm bentuk yang sudah menjadi format mereka, yang sering kita lihat di GB/BB yang banyak beredar sekarang.
Sedangkan Group Idol, mereka sedari awal ketika belum sempurna sudah di perkenalkan kepada umum, sehingga para fans bisa melihat sendiri perkembangan idola mereka dari yang tadinya ga bisa apa2 & bukan siapa2, sampai nanti mereka menjadi ‘sesuatu’ di masa depan. Sesuai dengan motto keluarga besar 48, “Tumbuh dan berkembang bersama para penggemar” para fans memberikan semangat serta dorongan utk idolanya.
Untuk JKT48 sendiri yang merupakan Sister Group resmi dari AKB48, mereka mengusung konsep yang sama dengan kakaknya yang ada di Jepang, namun dengan paduan kultur Indonesia. Jadi jgn harap mereka akan berbikini atau bersexy2 ria disini, karena Aki-P (produser AKB48) berkata, “JKT48 adalah Grup Idola kebanggaan Indonesia dengan ciri khas & keunikan Kultur Indonesia.”
Nama 48 itu hanyalah sebuah nama dan tidak ada hubungannya dengan jumlah member di keluarga 48. Pada awalnya niat Akimoto mungkin memang ingin jumlah member dlm group idolnya berjumlah 48, namun sejalan dengan perkembangan groupnya ini, akhirnya patokan itu pun tdk digunakan lagi.
Sebagai tambahan saia ingin menjelaskan tentang konsep Theater/group idol yang disandang JKT48 dan Sister2nya dijepang sana & juga Golden Rules yang menjadi standar peraturan sebuah Group Idol di Jepang.
Yang dimaksud dengan theater adalah basis (markas) dari group2 48 dimana tiap harinya (ga selalu setiap hari) mereka akan perform di sana, ada tiket yang harus kita bayar jika ingin menonton mereka, dan harga tiket ini biasanya akan berbeda2 tergantung tim mana yang akan perform hari itu (tim utama biasanya lebih mahal). Makanya wajar jika sebuah group idol mempunyai banyak member, krn mereka akan saling bergantian tampil utk menghibur fans2nya.
Dari AKB48 sbg sodari tertua sampai HKT48 yang umurnya tdk beda jauh dengan JKT48 semuanya sudah punya theater yang letaknya sesuai dg tempat dari mana mereka berasal.
Dan terakhir adalah masalah Golden Rules yang dibuat oleh Yasushi Akimoto (Produser AKB48). Sekitar tahun 80-an dia pernah membuat Group Idol yang bernama Onyanko Club, namun tdk sesukses AKB48 sekarang (salah satu mantan membernya kini menjadi istrinya), disitu dia membuat Golden Rules yang sampai sekarang dipakai atau dijadikan standar peraturan sebuah Group Idol di Jepang (namun ada sedikit perbedaan di tiap2 agensi Group Idol). Tapi ada 7 peraturan mendasar yang hampir semua agensi sebuah Group Idol memakainya

sebagai contoh ini 7 peraturan yang diberlakukan di Onyanko Club.
  • Going to discos is forbidden.
  • Writing your personal signature is forbidden [unless it is on merchandise to be sold that is].
  • No dariinking or smoking. 
  • No boyfriends.
  • When you go to the beach, you must have a guardian with you. 
  •  School first.
  • No flashy outfits or heavy make-up.
dengan kata lain mereka dilarang punya kehidupan lain selain sekolah & Onyanko Club.

Peraturan no 7 itu subjektif sesuai dengan perubahan waktu dan style fashion, namun intinya mereka dilarang berpakaian yang dapat menyebabkan skandal publik.
biasanya masing2 agensi/perusahaan yang bekerjasama dengan akimoto mau menerapkan ketujuh golden rule itu, krn mereka merasa akan sangat merepotkan jika salah satu dari idol yang mereka naungi menyebabkan skandal yang akhirnya akan membawa nama buruk buat agensi.
Oh iya, mohon dimengerti bahwa sebutan Idol itu cangkupannya luas, yang saia maksud Idol disini adalah Idol dlm sebuah Group seperti AKB48, Morning Musume, SPEED, dsb (krn JAV & Gravure juga bisa disebut Idol hanya beda jalur saja).
Sekian penjelasan singkat saia mengenai perbedaan sebuah Girlband & Group Idol (beserta keunikan didalamnya), semoga dengan ini tdk ada lg yang salah dlm membedakannya.

Itulah perbedaan negeri gingseng dan sakura. Jika negeri gingseng menjual PRODUK maka negeri sakura menjual PROSES.

sumber : www.gygantium.com

Kacamata gue..

nah kalo bicara masalah kacamata, saya dan kacamata emang 2 sejoli yang gak mungkin bisa dipisahin, #cie bukan apa-apa kalo tanpa kacamata saya gak bisa liat dengan jelas. kacamata emang bantu saya banget dalam menjalani hidup yang serba susah ini, kacamata menjadi barang wajib yang harus ada dimana dan kapan saja saya berada. tanpa kacamata ini bisa dipastikan saya bakalan gak bisa ngapa-ngapain.

saya emang telat pake kacamata karena mins nya udah terlanjur tinggi tapi menurut pepatah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. kacamata itu bukan barang sepele, banyak orang terbantu karena kacamata, tanpa kacamata mungkin mereka udah gak bisa liat yang bening-bening (baca : cewek cantik :D) haha.. *ini mah saya banget*

mungkin harga kacamata gak seberapa dengan kegunaannya, jadi jangan sembarangan naruh kacamata, bisa-bisa keinjek. nah lo kalo udah gitu siapa yang salah, salah gue,bapak gue,ibu gue,adek gue..yg pasti salah kita sendiri kalo sampai salah naruh dan rusak..

jadi intinya, jangan remehkan barang kecil ini, jangan sering teledor dalam merawat kacamat. sering-sering di bersihin karena bisa lebih memperpanjang umur kacamata kalian. CAYOOOO kacamata.. #okesip..

4 hari 3 malam mendekam dalam "Penjara Suci"...

on Minggu, 14 Oktober 2012
akhirnya gue keluar juga dari sebuah penjara suci bernama shobron. 4 hari 3 malam gue terasingkan dari dunia luar yang penuh kegemerlapan. 4 hari 3 malam gue hidup tanpa HP, laptop dan gadget-gadget yang tiap hari gue sentuh dan belai. shobron emang wajib bagi gue yang mahasiswa sebuah PTS islam di solo. kalo gak ikut sekarang gue harus ikut taun depan dan pastinya gak bareng temen-temen gue sekarang melainkan sama adek-adek imut yang mungkin kuliah di tempat gue kelak.

 '''

akhirnya dengan berat hati gue ikut walaupun agak males-malesan tapi daripada diundur-undur terus bakalan lama gue lulus kuliah.

'''

shobron itu bagi yang belum ngerti adalah tempat yang bisa diibratkan sebuah penjara tapi dalam konteks agama islam. di sana selama 4 hari 3 malam gue di beri mata kuliah studi agama dan kajian ubudiyah. ya itung-itung nambah pengetahuan agama gue yang cetek ini. di sana ketat men, gak boleh bawa HP kalo ketauan bawa bakalan langsung di pulangin dan harus ikut taun depan. apaboleh buat gue turutin dan gue gak bawa itu HP yang gue ibaratin pacar gue sendiri, maklum namanya juga jomblo men.

hari pertama yang gue rasain itu pengennya pulang, tapi masih hari pertama gue aja baru nyampe itu di shobron. hawa shobron sungguh mencekam bagi gue yang gak pernah ngerasain yang namanya ponpes. di sana serba tepat dan cepat men, sholat gak boleh ditunda-tunda dan harus jama'ah. kalo masalah ini sih gue biasa sholat jama'ah, tapi masalah utama nya gue gak pernah yang namanya bangun jam 3 pagi men bayangin JAM 3 PAGI lu aja yang di rumah pasti masih molor ditemani bantal guling lo tapi gue udah harus bangun dan sholat tahajud. coba lo jadi gue pasti bisa tau rasanya sholat sambil merem-melek.

'''

yang paling gue gak betah sih cuma masalah mandi yang kudu ngantre, hemat air padahal gue aja kalo mandi santai gak disuruh cepet-cepet tapi di sini gue kudu berbagi kamar mandi dengan ratusan mahasiswa lain buat mandi. mandi jadi gak tenang apalagi kalo air habis, bikin galau tingkat shobron men. ya untung cuma 4 hari gue terisolasi dari dunia luar. tiap pagi sampe malem gue harus belajar materi agama. yang lebih parah gak ada mahasiswi, sejauh mata memandang cuma ada laki, laki dan laki. untung temen gue gak pada homo.

'''

enaknya di sana masalah kebersamaannya men, kita makan bareng-bareng, tidur bareng-bareng (jangan mikir macem-macem deh, di shobron laki semua). walaupun tiap materi gue sering ketiduran dan di suruh push up tapi gue seneng bisa ngerasain pendidikan ponpes. gue jadi tahu mana yang bener mana yang salah coz yang gue lakuin kebanyakan salahnya. gue jadi tahu cara wudhu yang bener, dulu sebelum gue shobron gue wudhu asal-asalan, maksudnya asal basah doang. gue tahu gerakan dan cara sholat yang baik dan benar.
 
'''

akhirnya yang gue tunggu-tunggu sejak hari pertama tiba juga, pasti tahu dong. ya yang gue tunggu dari hari pertama itu ya hari terakhir, gue ngerasa semangat gue pas hari itu beda dengan hari pertama, ke-2 atau ke-3 karena apa? karena gue mau pulang men PULANG... gue kangen rumah, kangen tv, kangen kamar dan kasur gue tercintah, kangen bapak ibu adek gue, kangen HP gue, tapi gue gak kangen pacar lho *alibi padahal gak punya pacar* #okesip .....

tugas, tugas, dan tugas.

on Selasa, 02 Oktober 2012
Sekarang saya benar-benar merasakan yang dirasakan kakak-kakak tingkat saya yang bilang kuliah itu banyak tugas. Dan saya pun merasakan hal yang sedemikian rupa. Entah apa yang ada di benak dosen ketika memberikan tugas yang begitu banyak kepada saya dan mahasiswa lainnya. Apalagi ketika dihadapkan pada tugas yang susah buat dicari bahannya. Termasuk saya yang hanya mengandalkan mbah gugel dalam membantu tugas saya. Saya juga berpikir dalam benak saya sendiri, sebenarnya saya ini mahasiswa macam apa kok buku saja tidak punya. Jujur saya kuliah tiap pagi sampai sore dari senin sampai  sabtu (kecuali kamis yang memang libur) saya hanya bawa buku 3. Itu semua buku tulis yang dipakai dan dicampur aduk dari sekitar 7 mata kuliah saya jadikan satu.

Saya yang dulu berpikir kuliah itu enak, kuliah itu menyenangkan, kuliah itu asik karena gak harus lagi pake seragam, bebas keluyuran, mau masuk 'karepmu ora yo karepmu dewe' gak ada yang peduli sekarang dihadapkan pada masalah dengan nama T.U.G.A.S. Benar-benar meaksa saya harus duduk lama di depan meja belajar sambil memegang benda yang disebut bolpoin dan mengotori benda putih yang disebut kertas 'polio'.

Kuliah saja saya masih bingung dengan jadwal yang berubah-ubah sewaktu-waktu dan membuat saya berpikir 1000 kali buat pakai baju apa ke kuliah. Belum lagi jika saya sudah sampai kampus dan saya tunggu ..

5 menit belum datang.

10 menit belum terlihat..

dan 15 menit benar-benar dosen tidak muncul....

 Itulah satu dari sekian banyak kasus yang dialami mahasiswa seperti saya yang 'ngelajo' Sukoharjo-Solo     demi menuntut sebuah kata entah dimana berada yang orang-orang sebut sebagai ilmu.

Dan kegiatan seperti ini akan saya lakukan selama +- 4 tahun ke depan. Belum lagi kita dihadapkan dengan pertanyaan 'Kalau sudah lulus jadi apa?' atau 'Kalau sudah lulus mau kerja dimana?' kata-kata biadab itu akan saya alami dalam kurun waktu 4 tahun lagi. Saya hanya berharap, saya bisa membahagiakan orang tua saya yang kerja dari pagi sampai siang demi benda 'panas' yang mereka sebut uang. Bisa membuat mereka tersenyum dari apa yang aku raih adalah cita-cita utama bagi saya...

Sudah ah, tugas di depan mata saya ini masih belum selesai, dan saya berniat menyelesaikian tugas ini dan mendapat nilai plus dari sang dosen yang keji baik hati..

see you next posting..